Posted by: Fryana | November 11, 2009

SESUGUHAN: Tradisi Tolak Bala Masyarakat Dayak

Betapa senangnya aku menerima sebuah email mengenai budaya dayak yang ada di Kalimantan. Apalagi setelah aku membaca email temanku yang bernama Kwin ini dengan seksama. Terkuaklah ada sebuah perkebunan kelapa sawit bernama PT. RIM Capital yang berlokasi di Kalimantan Tengah yang sangat perhatian dan berupaya untuk melestarikan budaya adat asli dayak.

Di bawah ini adalah email dari sahabatku Kwin.

pohon keramat

Budaya adalah totalitas pola prilaku, kesenian,kepercayaan, kelembagaan dan semua produk lain dari karya serta pemikiran manusia. Budaya  mencirikan suatu masyarakat atau penduduk yang ditransmisikan bersama. Dilihat dari kejelasan dan ketahanan mereka terhadap perubahan, budaya memiliki tingkatan yang berbedah. Budaya  merujuk pada nilai –nilai yang dianut bersama oleh orang atau kelompok dan cenderung bertahan sepanjang waktu. Bahkan ,meskipun kelompok sudah berubah. Pengertian ini mencakup tentang apa yang penting dalam kehidupan dan sangat beragam didalam masyarakat kita.

Wadei dalam BaleSesuguh merupakan suatu tradisi yang dipercayai oleh masyarakat, khusus pada masyarakat yang berada lingkungan PT. Rim Capital, dimana sebagian tenaga kerja yang ada merupakan  tenaga kerja lokal (tempatan). Sesuguh  adalah tradisi tolak bala bagi   masyarakat tempatan (Dayak) dengan segala ritual dan persyaratan yang harus diikut dan dipenuhi.Sesuguh  adalah  bentuk ritual permohonan kepada Tuhan yang Maha Esa agar didalam mereka melaksanakan pekerjaan-pekerjan di jauhkan dari bala (kecelakaan ) dan gangguan mahluk halus (gaib) yang ada dilingkungan PT. Rim Capital sebagai tempat mereka bekerja

Rangkaian kegiatan ini meliputi mengumpulkan syarat untuk kegiatan ritual berupa berbagai macam  makanan ( wadei : istilah local) yang terdiri 7 jenis/macam , ayam jantan warna hithantaran ancak dan baleam dan putih, telur, serta beras kuning. Semua makanan / wadei ini dikerjakan oleh ibu-ibu  secara bergotong royong dan  bapak-bapak  megerjakan Bale ( berbentuk rumah) yang dibuat dari kayu dan papan serta diberi warna merah kuning hijau serta ujung atap terdapat gambar burung enggang. Juga membuat Ancak sebanyak tiga buah  yang terdiri 1 besar dan 2 kecil. Ancak ini merupakan tempat menyajikan makanan atau wadei yang akan diletak pada suatu tempat yang dianggap  angker (hunian mahluk halus) yang telah ditentukan oleh seorang (dukun) yang dipercayai memimpin ritual acara tersebut.

Acara Sesuguh ini dilaksanakan pada tanggal 14 juni 2009, dimulai pukul    15-wib dan berakhir pada 17- wib, kegiatan ini diikuti oleh hantaran 2karyawan dilingkungan PT. Rim Capital.  Tradisi Sesuguh adalah Tradisi budaya masyarakat dayak yang harus dilestarikan sebagai bentuk pengejawantahan dari kepercayaan leluhur mereka agar tidak hilang ditelan budaya moderen. Sebagai suatu perusahan yang berada dilingkungan masyarakat tempatan     ( Desa Paren dan Banua Usang) sudah sepatutnya memberi apresiasi terhadap budaya masyarakat local.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: