Posted by: Fryana | December 1, 2009

Perkembangan dan Target Kelapa Sawit di Indonesia

Industri Sawit adalah industry yang penting dan strategis bagi Negara kita karena mampu memberikan sumbangan PDB nasional sebesar 4,5% dan perolehan devisa ekspor CPO sebesar 3,5 Milyar $. Selain itu juga industry ini mampu menciptakan lapangan kerja dan memberikan pendapatan yang cukup baik bagi 3,3 juta Kepala Keluarga atau 13,2 juta orang.

Perkembangan Sawit di Indonesia terbilang sangat baik dengan peningkatan produksi CPO menjadi 19,2 juta ton pada tahun 2008. Jumlah tersebut melampaui Malaysia yang hanya memiliki tingkat produksi sebesar 17,08 juta ton. Hal ini membuat Indonesia menjadi penghasil CPO nomer 1 di dunia, kondisi ini lebih cepat dari prediksi awal yaitu tahun 2010.

Melihat volume ekspor CPO kita, juga terjadi peningkatan menjadi 12,5 juta ton pada tahun 2008 dengan luas lahan perkebunan Kelapa Sawit mencapai 8,127 juta hektar dan produktivitas tanaman sawit mencapai 3,7 ton/ha.  Rincian pemilikan lahan Sawit di Indonesia adalah, 12% dimiliki oleh BUMN, 37% dimiliki oleh Rakyat, dan 51% dikuasai oleh sector swasta.  Kedepannya pemerintah menargetkan pada tahun 2020 ada peningkatan lahan sawit sebesar 1,000jt Ha sehingga menjadi 9,127 juta Ha. Peningkatan lahan tersebut juga diiringi oleh target peningkatan produksi sebesar 0,8 ton/ha menjadi 4,5 ton/Ha.

Selain menetapkan target peningkatan, tentunya harus ada pengembangan lain dalam industry hulu dan hilir. Untuk aspek hulu perlu diadakan peningkatan aktivitas penelitian pada teknologi pembibitan agar dapat dihasilkan bibit kelapa sawit yang unggul dan mampu memenuhi kebutuhan pasokan bibit kelapa sawit. Diharapkan dengan teknologi yang maju dan berdaya guna maksimal kita dapat memenuhi kebutuhan lokal.

Aplikasi bioteknologi juga sangat dibutuhkan seiring dengan terjadinya perluasan lahan perkebunan. Bioteknoligi yang disarankan oleh pemerintah dan para peneliti adalah GMO (Genetically Modified Organism). Penerapan GMO diharapkan akan meningkatkan produksi, peningkatan kualitas dan perbaikan pasca panen.  Kegiatan GMO ini mencakup efesiensi pupuk, penggunaan Intensive Integrated Biological Management (IIBM).

Pehatian juga harus ditingkatkan terhadap industry hilir ini, karena ini akan bisa memberikan multiplier effect bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang sejalan dengan strategi pembangunan terhadap industry dan industry jasa. Semua hal diatas diharapkan dapat dilakukan jika adanya kerjasama yang sinergi dan menguntungkan antara pemerintah, pengusaha, perguruan tinggi, lembaga riset, dan dunia bisnis di Indonesia.

Oleh karena itu, marilah kita semua mendukung Kelapa Sawit di Indonesia. Berbanggalah karena sekarang Indonesia sudah menjadi Negara terdepan di bidang produksi Kelapa Sawit.

 

 

 

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: